Awal Mula Sebagai Obat Batuk, Namun Sekarang Heroin Disalah Gunakan

0
11
Awal Mula Sebagai Obat Batuk, Namun Sekarang Heroin Disalah Gunakan

Mahdaen.TV News – Tidak seperti yang kita ketahui hari ini, bahwa heroin adalah barang terlarang yang sangat tidak diperbolehkan di negara manapun. Heroin Adalah obat Batuk Jaman Dulu di bawah ini yang mungkin terbalik 180 derajat dengan heroin di dunia hari ini.

Bayer pertama kali mengembangkan Heroin pada tahun 1898 sebagai obat batuk sirup, Pengembangan dan penemuan ini tak luput dari andil dan peran besar seorang ilmuan yang bernama Heinrich Dreser (1860 – 1924) lahir di Darmstadt, Jerman, pada tahun 1860.

Awal Mula Sebagai Obat Batuk, Namun Sekarang Heroin Disalah GunakanBayer adalah perusahaan yang pertama kali mensintesis diasetilmorfin menjadi heroin. Pada awal 1898, heroin buatan Dreser itu kemudian diujicobakan pada sejumlah katak dan kelinci di laboratorium. Dreser bahkan mengujicobakannya pada sejumlah pekerja di Bayer. Anehnya, para pekerja justru tak berkeberatan dan merasa senang dengan dilakukannya percobaan itu. Mereka menganggap bahwa obat baru temuan Dreser selalu membuat mereka merasa heroik. Heinrich Dreser, masih merasa belum puas dengan produk baru ciptaannya tersebut. Ia kemudian tertarik untuk mencoba pada dirinya sendiri. Sejumlah hasil mengejutkan ternyata mampu dirasakannya hingga dapat menyimpulkan bahwa produk itu sangat efektif untuk mengobati sejumlah penyakit yang berhubungan dengan pernapasan seperti bronkhitis, asma, dan tuberkulosis (TBC). Nama heroin sebagai obat batuk sirup pun kemudian diluncurkan secara resmi oleh Bayer dan mulai dipasarkan untuk khalayak ramai pada tahun 1898. Nama heroin diambil dari bahasa Jerman heroisch yang berarti heroik. Brand heroin yang didengung-dengungkan waktu itu yakni: Heroin sang penawar batuk. Melihat fenomena pemasaran yang terus meningkat, Bayer pun terus meningkatkan produksinya dan menjual ke 12 negara lainnya di luar Jerman.

Lama-kelamaan, keganjilan mulai tampak. Para dokter mulai mencatat banyak sekali permintaan pasien akan obat batuk sirup ini meskipun para pasien itu tak memiliki keluhan pada saluran pernapasannya.
Setelah Mengetahui akibat dari kandungan nya Bayer kemudian menghentikan produksi dan pemasaran obat batuk sirup heroin pada 1913.

Advertisements