Berikut Cabang dan Atlet Andalan Indonesia Raih Emas di Asian Games 2018

Mahdaen.TV News – Perhitungan Tim Verifikasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menunjukkan ada tujuh cabang olahraga yang diperkirakan bisa meraih 15 medali emas di Asian Games 2018 yang digelar pada 18 Agustus- 2 September 2018 mendatang.

Tujuh cabang olahraga tersebut adalah bulu tangkis, pencak silat, bridge, paralayang, jetski, dayung, dan taekwondo.

Sebanyak 462 emas diperebutkan dari pertandingan 40 cabang olahraga dan 60 disiplin dalam Asian Games XVIII/ 2018.

Dari 40 cabang olahraga yang dipertandingkan, ada 11 cabang baru di Asian Games 2018 dibandingkan dengan Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Cabang-cabang itu adalah bridge, bola basket 3×3, jet ski, jujitsu, pencak silat, sambo, kurash, paralayang/paragliding, panjat tebing (sports climbing), skateboarding, dan rollerskate.

Adapun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menargetkan ada 16 cabang olahraga yang masing-masing berpeluang meraih satu medali emas. Indonesia ditargetkan masuk sepuluh besar klasemen perolehan medali di Asian Games dengan meraih 16-20 emas.

Kombinasi antara cabang olahraga Olimpiade, seperti bulu tangkis, angkat besi, panahan, atletik, senam, serta renang, dan cabang-cabang baru non-Olimpiade, seperti bridge, jetski, pencak silat, dan paralayang dinilai bisa menaikkan prestasi Indonesia dalam meraih medali emas.

Olympic Council of Asia (OCA) telah memutuskan bridge masuk cabang tambahan untuk Asian Games XVIII/2018. Hal itu didahului dengan keputusan memasukkan panjat tebing, dan paralayang sebagai cabang yang dipertandingkan di kejuaraan tersebut. Ketiganya merupakan olahraga yang diajukan  Indonesia sebagai tuan rumah (hak prerogratif) yang kemudian disetujui oleh OCA.

Berikut adalah 5 cabang olahraga beserta profil pemain andalan yang berpotensi meraih medali emas saat Asian Games 2018.

Angkat Besi

Lifter Indonesia, Deni, sukses memecah kebuntuan setelah berhasil meraih medali emas nomor 69 kg SEA Games 2017

Lifter Indonesia, Deni, sukses memecah kebuntuan setelah berhasil meraih medali emas nomor 69 kg SEA Games 2017

Manajer Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Dirja Wihardja, mengatakan nama atlet utama PB PABBSI, seperti Eko Yuli Irawan, Triyatno, dan Sri Wahyuni, masih menjadi tumpuan Indonesia saat Asian Games 2018.

Cabang angkat besi total menyumbang satu medali perak dan satu perunggu pada ajang Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. Medali perak kala itu disumbang melalui lifter muda putri Sri Wahyuni Agustiani yang turun pada kelas 48 kilogram.

Sedangkan medali perunggu disumbang oleh lifter senior Eko Yuli Irawan yang turun pada kelas 62 kilogram.

Namun, salah satu lifter tumpuan Indonesia, Eko Yuli Irawan, terancam tak dapat menyumbangkan medali emas karena nomor pertandingan yang biasa ia mainkan, telah dicoret dalam turnamen Asian Games 2018.

Asian Weightlifting Federation (AWF) memutuskan menghapus kelas 62 kilogram yang menjadi nomor andalah Eko Yuli.  Ia pun diproyeksikan akan bermain pada kelas 69 kilogram, tapi di kelas ini sudah ada lifter Deni, dan Triyatno.

Sebelumnya, Eko Yuli Irawan berhasil meraih medali perak di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, dan medali perak dalam SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dirja, pria yang juga menjabat pelatih kepala pemusatan pelatihan nasional PB PABBSI, mengatakan kejutan nama baru lifter yang berpotensi terlihat seusai test event.

Berikut ini lifter Indonesia yang sukses mempersembahkan medali saat test event angkat besi Asian Games, 11-12 Februari 2018.

Dari delapan nomor yang dipertandingkan, lifter Indonesia berhasil merebut tujuh medali emas, tiga perak, dan dua perunggu.

Indonesia menjadi juara umum cabang angkat besi di ajang test event Asian Games 2018 ini, dari empat negara peserta lain yang terdiri dari Thailand, Arab Saudi, Malaysia, dan Singapura.

Kelas 48 kg putri: Emas: Sri Wahyuni Agustiani. Total angkatan 187 kg (Snatch 82 kg, Clean and Jerk 105 kg). Meski menjadi yang terbaik, total angkatan Yuni, sapaan akrab Sri Wahyuni, masih jauh dari apa yang diraihnya ketika meraih medali perak Olimpiade 2016, Brasil, yaitu 192 kg.

Perunggu: Yolanda Putri. Total angkatan 158 kg (Snatch 70 kg, Clean and Jerk 88 kg).

Kelas 53 kg putri: Emas: Dewi Safitri. Total angkatan 184 kg (Snatch 77 kg, Clean and Jerk 107 kg).

Bagi Dewi, torehan ini lebih rendah dibanding angkatan dalam Olimpiade 2016, Brasil, dan Islamic Solidarity Games 2017, Azerbaijan, yakni 185 kg.

Perak: Syarah Anggraini. Total angkatan 180 kg (Snatch 80 kg, Clean and Jerk 100 kg).

Kelas 56 kg putra: Emas: Surahmat bin Suwoto. Total angkatan 259 kg (Snatch 117 kg, Clean and Jerk 142 kg).

Kelas 62 kg putra: Emas: Eko Yuli Irawan. Total angkatan 295 kg (Snatch 135 kg, Clean and Jerk 160 kg).

Perak: Muhammad Purkon. Total angkatan 276 kg (Snatch 126 kg, Clean and Jerk 150 kg).

Kelas 58 kg putri: Perak: Acchedya Jagaddhita. Total angkatan 207 kg (Snatch 93kg, Clean and Jerk 114 kg).

Kelas 69 kg putra: Emas: Deni. Total angkatan 325 kg (Snatch 145 kg, Clean and Jerk 180 kg).

Kelas 77 kg putra: Perunggu: I Ketut Ariana. Total angkatan 300 kg (Snatch 135 kg, Clean and Jerk 165 kg)

Kelas 75 kg putri: Emas: Melinda Gusti. Total angkatan 204 kg (Snatch 93 kg, Clean and Jerk 111 kg)

Kelas +75 kg putri: Emas: Nurul Akmal. Total angkatan 250 kg (Snatch 108 kg, Clean and Jerk 142kg).

Balap Sepeda

Balap Sepeda

Tim balap sepeda Indonesia berhasil menambah pundi Emas saat menjuarai Nomor Road Race Beregu Putra sepanjang 162,8 Km Sea Games Indonesia 2011

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), Raja Sapta Oktohari, mengatakan nomor track dan BMX merupakan gudang prestasi cabang balap sepeda.

“Kami akan dapat atlet-atlet track yang bagus jika punya atlet-atlet BMX yang bagus. Kami juga akan dapat atlet-atlet disiplin road yang bagus, jika punya atlet-atlet disiplin track berprestasi,” ujar Okto.

Manajer Pelatnas ISSI, Budi Saputra, mengatakan Elga Kharisma, Rio Akbar, I Gusti Bagus Saputra, dan Toni Syarifudin sebenarnya bukan hanya atlet disiplin track karena disiplin mereka sebenarnya adalah BMX. Tapi, PB ISSI meminta mereka untuk turun pada nomor track dan BMX.

Atlet BMX satu-satunya asal Indonesia, Tony Syarifudin, merupakan atlet BMX pertama Indonesia yang bisa lolos ke Olimpiade Rio 2016. Perjuangan untuk lolos ini memang cukup berat karena persaingan sangat ketat.

Sebelumnya, salah satu atlet balap sepeda andalan Indonesia di nomor track putri di Asian Games 2018, Elga Kharisma Novanda, yang turun pada nomor BMX putri berhasil meraih medali emas di ajang SEA Games 2017.

Bagi Elga, medali emas di Kuala Lumpur tersebut merupakan medali emas SEA Games ketiganya. Perempuan kelahiran Malang itu, sukses meraih medali emas SEA Games 2011 dan 2013.

Elga harus absen di Kejuaraan Asia Track 2018 di Velodrome Nasional Malaysia, 16-20 Februari 2018 lalu karena mengalami cedera.

Berkuda

Atlet berkuda Indonesia Larasati Gading mengendalikan kudanya pada nomor Tunggang Serasi Asian Games ke-17 di Dream Park Equestrian Veneu, Incheon, Korsel,

Bukan tanpa sebab cabang olahraga ini masuk sebagai target Indonesia dalam meraih medali emas Asian Games 2018. Indonesia berhasil menjadi juara umum dengan perolehan tiga medali emas dalam ajang SEA Games 2011.

Khusus untuk individu, nama atlet Larasati Gading dengan kudanya Wallenstein 145 tetap menjadi andalan.

Larasati Gading berhasil mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia setelah menjadi yang terbaik pada nomor berkuda individu tunggang serasi SEA Games 2015 di Singapore Turf Club Riding Centre, Singapura.

Larasati Gading bersama dengan dua rekannya. yaitu Alfaro Manayang dan Ferry Wahyu Hadiyanto. mempersembahkan emas dari nomor tim tunggang serasi. Target yang diberikan pemerintah dalam SEA Games 2015 pun sudah tercapai.

Selain emas, atlet Indonesia Alfaro Manayang juga mempersembahkan medali perunggu di nomor yang sama. Sedangkan medali perak direbut oleh atlet tuan rumah Singapura, Caroline Pei Jia Chew.

Larasati Gading yang merupakan mantan model itu memang sudah sarat dengan prestasi internasional. Pada Asian Games 2014, ia berhasil menyumbangkan medali perunggu bagi Indonesia. Selain itu juga beberapa kali menjadi juara di Jerman.

Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) menetapkan pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang berkuda Asian Games 2018 di APM Equestrian Training Camp Balaraja, Tangerang.

Bowling

Bowling

Indonesia meraih emas keenam dan ketujuh di ajang SEA Games 2017

Pelatih tim nasional boling Indonesia, Thomas Tan, mengatakan target untuk Asian Games 2018 adalah satu medali. Thomas Tan mengatakan target Indonesia untuk meraih satu medali mungkin akan datang dari nomor tim.

Untuk turnamen Asian Games, akan ada tiga nomor pertandingan bagi cabang olahraga boling, yaitu trio, tim, dan master. Satu tim yang bertanding nanti terdiri atas enam putra dan enam putri.

Thomas berujar prestasi boling Indonesia meningkat belakangan ini. “Kami baru saja mendobrak sejak SEA Games 2017 dengan perolehan 1 emas,” ujarnya.

Sebelum diturunkan dalam Asian Games 2018, sebagian atlet sudah mengikuti dua kejuaraan seusai SEA Games 2017, yaitu Asian Indoor & Martial Arts Games pada 18-28 September 2017. Hasilnya  medali perak nomor individual putri lewat Tannya Roumimper dan medali perunggu di nomor tim putra.

Ryan Leonard Lalisang, atlet senior boling, menjadi andalan saat Asian Games 2018. Ryan berhasil meraih medali emas di SEA Games 2005 Manila, Filipina, Kejuaraan Boling Asia 2006, dan Asian Games 2006 Doha, Qatar.

Pasangan peboling, Tannya Roumimper dan Sharon Adelina Limansantoso, juga menjadi andalan untuk meraih emas dalam Asian Games 2018.

Bridge

Bridge

Bridge Card

Cabang olahraga non-Olimpiade ini dilombakan untuk yang pertama kalinya di Asian Games 2018.

Ketua Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonrdia (PB Gabsi), Ekawahyu Kasih, mengatakan lima dari enam nomor yang dipertandingkan saat Asian Games 2018 berpotensi meraih medali emas.

Lima nomor itu adalah men team, mixed team, supermixed team, men pair, dan mixed pair. “Kecuali women team yang berpeluang medali perak karena Cina juara dunia. Target dua emas datang dari lima peluang medali emas dari nomor pertandingan yang ada.”

Untuk nama pemain andalan Asian Games 2018, Ekawahyu menyebut masing-masing ada dua pasang dari tiap nomor pertandingan.

Men Team: Henky Lasut / Freddy Eddy Manoppo, dan Franky Steven Karwur/Jemmy Bojoh

Women Team: Yunita Fytry /Ernis Sefita, dan Monica Ayu Triana/ Fransisca Tri Martanti

Mixed Team: Julita Grace Joice Tueje/ Robert Parasian Tobing, dan Lusje Olha Bojoh/Taufik Gautama Asbi

Super Mixed Team: Conny Eufke Sumampouw/ Rury Andhani, dan Bambang  Hartono /Apin Nurhalim

Iklan
Share:
© 2018 Mahdaen.TV. All rights reserved.