Debat Pilgub Jabar Ricuh Lantaran Paslon Nomor 3 Keluarkan Atribut #2019GantiPresiden

0
39
Debat Pilgub Jabar Ricuh Lantaran Paslon Nomor 3 Keluarkan Atribut #2019GantiPresiden

Mahdaen.TV News – Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Jawa Barat pada hari Senin (14/5/2108) menggelar serangkaian acara debat publik kandidat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang di di siarkan langsung oleh salah satu televisi swasta.

Debat Pilgub Jabar Ricuh Lantaran Paslon 3 Keluarkan Atribut #2019GantiPresidenDebat Pilgub Jabar Ricuh Lantaran Paslon 3 Keluarkan Atribut #2019GantiPresiden
(Dari kiri) Pasangan calon gubernur dan wagub Jawa Barat nomor urut satu Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, nomor urut dua TB Hasanuddin-Anton Charliyan, nomor urut tiga Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dan nomor urut empat Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi menghadiri Debat Publik Putaran Kedua Pillgub Jabar 2018 di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (14/5). Tema yang diangkat pada debat kedua Pilgub Jabar mengenai lingkungan hidup, sumber daya alam (SDA), energi dan pangan, pertanian, kelautan, kehutanan dan pertambangan. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye/18

Debat tersebut berlangsung di Balairung Universitas Indonesia Depok yang dihadiri semua calon Gubernur Jawa Barat di antaranya, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, TB Hasanuddin-Anton Charliyan, Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. Namun ada sebuah insiden menjelang akhir perdebatan yang menjadi ricuh suasana, Hali ini bermula saat  pasangan calon Gubernur nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu menyampaikan pernyataan penutup. Keduanya mengakhiri closing statement dengan membentangkan kaos berwarna putih bertuliskan “2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden”.

“Kalau Asyik menang, Insya Allah 2019 kita akan ganti presiden,” kata Sudrajat yang langsung membentangkan kaos putih bersama Ahmad Syaikhu.

Debat Pilgub Jabar Ricuh Lantaran Paslon 3 Keluarkan Atribut #2019GantiPresidenSontak saja ruang debat menjadi ricuh ramai dari para masa pendukung tiap-tiap pasangan yang menghadiri tempat tersebut. Pemandu acara berusaha untuk menenangkan pendukung masing-masing pasangan calon. Bahkan, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat Yayat Hidayat harus turun tangan menenangkan para pendukung. Dia mencoba menenangkan para pendukung yang mulai ricuh.

“Jika ada yang dipersoalkan, nanti kita selesaikan di luar forum ini. Kita punya Bawaslu, nanti bisa kita selesaikan dengan baik,” katanya.

Kesempatan Cagub-Cawagub Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi yang mendapatkan giliran clossing statement pun harus tertunda.

“Enggak bisa. Tidak bisa, kalau situasi seperti ini saya rasa tidak perlu,” kata Deddy Mizwar.

Para pedukung tiap-tiap pasangan ini pun beranggapan dari closing statement pasangan nomor urut 3 tersebut telah melenceng dari tema yang sudah disepakati bersama serta membawa atribut kedalam ruangan debat.

Sementara itu, Setelah usai acara debat calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 3 Sudrajat menjelaskan, tujuan Syaikhu membawa kaos tersebut sebagai ungkapan aspirasi demokrasi. Sudrajat menilai, selama ini kebijakan pemerintah provinsi dilangkahi atau dimunculkan oleh pemerintah pusat sehingga ini cenderung menyulitkan pengembangan di daerah.

“Contoh, rencana pembangunan Jawa Barat seperti mau dibangun kawasan industri di 10 wilayah Provinsi Jawa Barat. Pemerintah Jawa Barat bahkan kadang tidak diajak konsultasi bahwa akan dibangun wilayah industri tersebut. Juga soal penguasaan lahan, sehingga perlu ada pemerintah pusat yang sinkron dengan pemerintah daerah,” ungkap Sudrajat.

Sudrajat – Ahmad Syaikhu pun yakin tindakan mereka tidak menyalahi peraturan KPU dan Bawaslu. Sebab sudah diatur dalam UU kebebasan berekspresi. Bila nantinya Bawaslu akan menindak, dirinya dan Syaikhu bersiap dengan tim advokasi. Ia berharap, dasar hukumnya harus jelas.

“Kita harus belajar semua ini adalah kebebasan berekspresi. Kaos ini tidak berbeda dengan kaos di pinggir jalan dan ini hal yang wajar dalam era demokrasi. Kira harus menyikapi dengan kepala dingin dan jangan terpancing,” sebut dia.

 

Advertisements