Diprotes Netizen, Trans 7 Akhirnya Batalkan Pakai Jasa Ustadz Maaher di Program Ramadhan

0
87
Diprotes Netizen, Trans 7 Akhirnya Batalkan Pakai Jasa Ustadz Maaher di Program Ramadhan

Mahdaen.TV News – Trans 7 sebagai salah satu televisi swasta ternama di Indonesia rasanya tak pernah ketinggalan dan selalu update tentang program-program terbaru miliknya, Salah satunya memasuki bulan Ramadhan, Trans 7 pun sudah menyiapkan sebuah program Ramadhan jauh hari sebelum bulan puasa ini tiba.

Diprotes Netizen, Trans 7 Akhirnya Batalkan Pakai Jasa Ustadz Maaher di Program RamadhanAwalnya Ustazd Maaher disebut-sebut akan mengisi salah satu program acara Ramadhan di stasiun TV swasta TRANS7. Namun, rencana itu dipastikan batal setelah TRANS7 menyatakan tidak akan memakai jasa Ustadz Maaher.

Rencana itu batal menyusul pernyataan kontroversial Ustadz Maaher terkait kerusuhan di Mako Brimob, kelapa Dua Depok beberapa waktu lalu. Ustaz Maaher diduga menghina aparat kepolisian hingga memicu penolakan dari warganet. Netizen meminta TRANS7 untuk tidak menggunakan jasa Ustaz Maaher.

TRANS7 menyampaikan terima kasih atas informasi dari masyarakat. TRANS7 memastikan tidak akan mengunakan jasa seseorang yang tindakannya meresahkan masyarakat.

“Kami tidak akan menayangkan program dengan pengisi acara yang tindakannya dapat meresahkan masyarakat. TRANS7 tidak mentolerir segala bentuk tindakan yang memecah belah bangsa, kebencian, rasisme, kekerasan dan terorisme serta berita bohong,” demikian pernyataan resmi TRANS7 melalui akun Facebook TRANS7, 12 Mei 2018 lalu.

“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih atas perhatiannya. TRANS7 selalu berkomitmen untuk memberikan tayangan yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.Sebelumnya, Ustaz Maaher membuat heboh jagad maya saat mengomentari kerusuhan di Mako Brimob, kelapa Dua Depok.

Diprotes Netizen, Trans 7 Akhirnya Batalkan Pakai Jasa Ustadz Maaher di Program RamadhanMelalui Facebook Ustadz Maaher At-Thuwailibi, ia menyindir aparat kepolisian dengan menggunakan metafora ‘pahlawan’ dan ‘gerombolan monyet berseragam bencong.’ Ustadz Maaher seolah-olah menggambarkan napi teroris sebagai pahlawan dan polisi sebagai gerombolan monyet berseragam bencong.

“Kabar sementara yang beredar, satu orang di antara pasukan berjubahkan pahlawan dari bumi lancang kuning gugur dijemput makhluk surgawi ke alam kebahagiaan abadi. 16 ekor monyet berseragam bencong dikabarkan tewas mengenaskan,” tulisnya.

Advertisements