Heboh Masa #2019GantiPresiden Intimidasi Relawan Jokowi di Car Free Day

0
56
Heboh Masa #2019GantiPresiden Intimidasi Relawan Jokowi di Car Free Day

Mahdaen.TV News – Sejumlah warga mengenakan kaus #2019GantiPresiden diketahui melakukan tindakan intimidasi terhadap beberapa orang pada acara Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (29/4/2018). Peristiwa terjadi sekitar pukul 9.15 WIB. Video dari kejadian itu diunggah oleh pemilik akun Jakartanicus di situs YouTube viral di berbagai platform media sosial.

Dilaporkan Tirto.id, Minggu 29 April 2018, seorang videografer menyaksikan langsung peristiwa saat warga berkaus #2019GantiPresiden tersebut mem-bullyseorang laki-laki dan perempuan yang mengenakan kaos putih bertuliskan #diasibukkerja. Dua orang itu diasosiasikan sebagai pembela pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dituding sebagai orang-orang bayaran karena memakai kaos #diasibukkerja.

“Aku dengar lagu ramai di tengah-tengah Bundaran HI terus aku maju. Kemudian aku melihat wah nih kayaknya ada sesuatu baru, semenit kemudian aku inisiatif menghidupkan HP. Lihat ada orang-orang pakai baju #2019gantipresiden itu,” kata videografer tersebut kepada Tirto.id, Minggu (29/4/2018).

Ia menuturkan sebelum peristiwa itu terjadi, ada sekitar ratusan orang mengenakan kaos #2019gantipresiden sedang berkumpul di CFD bundaran HI. Mereka mengampanyekan gerakan mengganti presiden di 2019.

Selain mengenakan kaos bertuliskan dengan ragam yang sama, mereka juga membawa spanduk besar yang dibentangkan di tepat di Bundaran HI dan ada di antara mereka yang berorasi.

“Mereka tersebar, ada ratusan. Saya lihat, di depan SOGO, Kempinski, ada sekitar 300-400 orang lah,” katanya.

Sekelompok orang berkaos #2019gantipresiden juga menghalang-halangi seorang pria lainnya dengan pakaian yang juga berkaos #diasibukkerja.

Pria yang di-bully tersebut dipaksa mengaku bahwa dirinya telah dibayar oleh pemerintah. Pria itu juga dicerca dengan kata-kata “kecebong”. Beberapa orang pria yang mengelilinginya juga mengibar-ngibarkan sejumlah uang sambil berkata,

“udah bilang saja. Dibayar, kan?” kata satu orang dari mereka.

Selain itu, beberapa orang juga meneriakkan “kecebong” dan mengipas-ngipas sejumlah uang ke pria tersebut. “Saya enggak dibayar. Beneran,” kata pria tersebut.

#2019GantiPresiden warnai CFD di Bundaran HI, Minggu (29/4/208)

#2019GantiPresiden warnai CFD di Bundaran HI, Minggu (29/4/208)

Anak-anak ikut jadi sasaran

Dalam video berdurasi dua setengah menit itu nampak juga tindakan perundungan yang menimpa seorang perempuan yang tengah membawa anaknya. Perempuan itu tak banyak berbicara dan meneruskan langkahnya saat mengalami perundungan.

“Jangan takut nak, kita enggak salah,” kata perempuan itu.

Saat anaknya menangis, barulah kemarahan perempuan itu pecah dan membentak sekelompok orang berkaos #2019GantiPresiden tersebut.

 Menurut sang videografer, intimidasi kepada seorang perempuan itu adalah tindakan yang paling membuat hatinya sangat tersentuh. Ia menyaksikan anak dari ibu tersebut terlihat sangat tertekan. “Itu sepertinya anaknya akan trauma, karena dia ketakutan sekali,” ujarnya.

Videografer ini mengatakan “ada satu teriakan, itu keras banget tapi enggak terekam sama kamera saya,” ujarnya.

Ia menyayangkan sikap polisi dan Satpol-PP yang berada di lokasi, tapi terlihat abai atas peristiwa perundungan tersebut.

“Aku sempat ngomong sama polisi. Polisinya agak bingung kelihatan sekali bingung bergerak karena masa mengintimidasi itu ada yang ketawa ada yang teriak keras banget itu,” tuturnya.

Video yang dibuat videografer itu viral dan telah ditonton hingga puluhan ribu kali.

Lihat selengkapnya di video berikut:

Peristiwa ini akhirnya memicu kecaman dari sejumlah pihak, termasuk dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Komisioner KPAI, Siti Hikmawati menyayangkan terjadinya tindak intimidatif tersebut. Menurutnya, anak-anak tak boleh menjadi korban atas kekerasan dalam kontestasi politik.

“Saya tidak tahu di lapangan suasananya seperti apa. Tapi kalau menurut saya, tindakan intimidatif yang dilakukan orang-orang dewasa karena hal-hal politis, dan hal itu berpengaruh terhadap anak, adalah sebuah pelanggaran terhadap hak anak. Karena kasihan, mereka kan, belum tahu apa-apa,” ujarnya kepada Tirto.id.

Menurut Sri, orang tua melindungi serta menjauhi anak-anak dari penyalahgunaan kegiatan politik. KPAI menyarankan agar para orang tua lebih terlebih dahulu menitipkan anak-anaknya jika ingin turut serta dalam kampanye politik.

KPAI telah mengusulkan ke DPR agar partai politik yang yang melakukan kampanye di Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 menyediakan tempat khusus untuk menitipkan anak-anak. Ide ini muncul karena KPAI telah menemukan 22 kasus penyalahgunaan anak selama masa kampanye.

“Kalau kejadian Minggu pagi itu, saya lihat orang tuanya dan orang-orang yang mengintimidasi sama-sama salah. Karena bagaimanapun, di sana ada kerumunan orang yang berseberangan secara politik,” katanya.

Sumber

Advertisements