Inilah 2 Presiden yang Dilupakan Dalam Sejarah Republik Indonesia

Inilah 2 Presiden yang Dilupakan Dalam Sejarah Republik Indonesia

Mahdaen.TV News – Diusia Republik Indonesia yang hampir mencapai umr ke-73 Tahun sebentar lagi adalah ribuan tokoh penting dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia yang sudah merdeka saat ini. Salah satunya peran penting kepala negara atau  Presiden dalam memimpin Negeri ini. Pergantian presiden di Indonesia sampai saat ini sudah terjadi ketujuh kali mulai dari Presiden pertama Soekarno sampai yang ketujuh saat ini Joko Widodo. Namun banyak yang belum tahu bahwa ada 2 tokoh besar yang tidak pernah masuk dalam buku sejarah yang jadi Pemimpin Repubilk Indonesia Ini, Berikut ulasanya.

1. Sjafruddin Prawiranegara

Sjafruddin Prawiranegara

Sjafruddin Prawiranegara

Sjafruddin Prawiranegara memimpin saat Presiden Soekarno dan Mohd Hatta di asingkan oleh Belanda pada Agresi Militer Belanda kedua. Saat itu Belanda habis-habisan menggempur Yogyakrta. Selain dua tokoh nasional tersebut, Belanda juga menangkap pemimpin Indonesia lainnya untuk di asingkan ke Pulau Bangka. Belanda menyiarkan kabar bahwa Indonesia sudah bubar, karena pemimpin-pemimpinnya sudah mereka tawan.

Beruntung Sjafruddin Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran sedang berada di Bukittinggi, Sumatra Barat sehingga terhindar dari pengasingan. Ia lantas mengusulkan untuk pembentukan pemerintahan darurat demi meneruskan pemerintahan RI. Hal ini senada dengan telegraf yang dikirmkan Ir Soekarno yang memberi kuasa kepada Sjafruddin Prawiranegara untuk memimpin pemerintahan

2.Mr. Assaat

Mr. Assaat

Mr. Assaat

Mr. Assaat pernah menjadi pemimpin Indonesia saat Indonesia mengalami gejolak yang sama. Tepatnya pada tahun 1949 Ia terpilih menjadi presiden saat republik ini menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS merupakan negara yang dibuat oleh Belanda dan terpisah dari NKRI.

Tepatnya setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) dimana Belanda menetapkan Ir Soekarno dan Hatta menjadi presiden dan Perdana Menteri RIS. Itu berarti terjadi kekosongan kekuasaan di Republik Indonesia sendiri.

Tokoh Indonesia sudah membaca kelicikan Belanda yang akan menguasai Indonesia jika negeri ini mengalami kekosongan kekuasaan. Akhirnya dipilihlah Assaat sebagai Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI. Jika Ia tidak berkuasa, Belanda tentu saja akan dengan mudah untuk menguasai Indonesia.

Akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1950 RI dan RIS melebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Artinya masa jabatan Assaat sebagai presiden RI sekitar sembilan bulan. Kursi kepemimpinan kemudian dikembalikan lagi kepada Ir. Soekarno.

Perjuangan mereka tentu saja tidak bisa dipandang sebelah mata. Jika tidak ada keduanya, mungkin saja kisah Indonesia tidak seperti dalam buku sejarah yang kita baca di sekolah. Sayang, nama keduanya seolah hilang dan tidak diabadikan. Meski jasanya tidak kalah hebat dengan presiden yang memiliki catatan periode lima tahun atau lebih.

Share:
© 2018 Mahdaen.TV. All rights reserved.