Inspirasi : Kesabaran dan Kegigihan Bill Porter Menuju Kesuksesan

Mahdaen.TV News.com – Suatu hari, seorang pemuda cacat penderita celebral palsy berjalan terseok-seok menyusuri sebuah perumahan sambil membawa tas lusuh yang berisi barang dagangannya. Hari itu adalah hari pertamanya bekerja setelah berulang kali dipecat karena dianggap tak mampu bekerja. Ia berhenti di sebuah rumah, namun belum sempat ia mengetuk pintu, seekor anjing besar menggonggonginya dari pekarangan dan membuatnya lari dengan susah payah.

Namun ia belum menyerah. Ia kemudian menghampiri rumah kedua dan dibuka oleh seorang pria mabuk. Pria ini membanting pintu begitu ia mulai mengenalkan dirinya. “Semacam orang peminta-minta,” kata laki-laki itu kepada perempuan yang berteriak “Siapa itu?!” dari dalam. Di rumah ketiga, ia belum sempat bicara ketika penghuni rumah memulai pertengkaran dengan tetangganya karena pohon kesayangan tetangganya merusak atap rumah mereka.

Jam menunjukkan pukul satu siang, namun ia belum menjual satu barang pun. Akhirnya ia memutuskan untuk beristirahat di sebuah kursi taman untuk melepas lelah. Ketika ia membuka kotak makan siangnya, ia membaca tulisan dari saus tomat di atas roti isi yang berbunyi patient and persistence (sabar dan gigih). Ia tersenyum ketika membacanya. Ia tahu pasti ibunya yang telah menuliskan kata-kata itu di sana. Ia masih ingat, ibunya sempat berkata, “Pasti membutuhkan waktu bagi orang-orang untuk mengenalimu. Tapi ingat: sabarlah dan gigih (patient and persistence) anakku.”

Pria itu kembali bangkit dan berjalan terhuyung-huyung menghampiri rumah ke empat. Di sana ia disambut oleh perempuan yang sedang berteriak kepada dua anaknya. Salah seorang anaknya langsung kabur melihat penampilan pria itu. Ia pun kembali pergi sambil tersenyum, di rumah berikutnya ia masuk dan menjelaskan produk yang dijualnya. Nyonya rumah menolak untuk membeli, tetapi mengatakan, “Saya menghargai usahamu,” sambil memberi sejumlah uang.

Pria itu langsung berdiri dan berkata, “Saya tidak membutuhkan belas kasihan, tetapi Anda perlu pembersih untuk sofa Anda yang jorok!” Nyonya itu terkesan dengan kejujuran pria itu dan memutuskan untuk membeli produknya. Dia membayar hampir 50 dolar untuk dua pemutih dan sabun.

“Hari ini aku dapat komisi $4,25!” pria itu bersorak ketika ibunya menjemput sore itu.

Esoknya ia kembali mendatangi rumah-rumah yang sebelumnya pernah ia datangi dan akhirnya mereka menjadi pelanggannya. Setelah itu ia selalu memelihara hubungan dengan semua pelanggannya. Ia berhasil mendamaikan tetangga yang bertengkar soal pohon cemara, ia juga memenangkan cinta anak kecil yang pernah takut melihat penampilannya. Semuanya ia dapatkan hanya dengan modal sikap sabar dan gigih, seperti yang pernah dinasehatkan oleh ibunya.Pria tersebut bernama Bill Porter

large_superac_a_o2Kisah sukses Bill Porter tidak diraih dengan jalan yang mulus. Dengan penyakit celebral palsy yang diidapnya, ia kesulitan untuk bisa mendapat pekerjaan. Namun, sang ibu selalu menyemangatinya. Sang ibu mendidiknya agar ia jangan mau dianggap remeh oleh orang lain, bahwa ia sama dengan orang normal lainnya. Kepercayaan diri yang tinggi serta keinginan untuk membanggakan sang ibu membuatnya bekerja keras untuk mendapatkan kerja. Singkat kata, Bill akhirnya melamar untuk menjadi sales di Watkins Company, sebuah perusahaan yang menyediakan produk kebutuhan rumah tangga. Awalnya, ia tidak diterima, namun dengan kemauan yang besar ia berhasil mendapatkan pekerjaan disana, meski ia harus mendapatkan rute penjualan terburuk. Rute dimana Watkins Company tidak bisa menghasilkan penjualan yang memuaskan.

Singkat cerita, dengan perjuangan yang tidak kenal lelah ia berhasil sukses. Hanya ada 2 kata yang selalu dipegang Bill Porter, kesabaran dan tekad. Ia berjuang dengan keras sekaligus merawat sang ibu yang menderita Alzheimer, penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami penurunan daya ingat. Sayangnya, sang ibu, mentor sekaligus motivator Bill tidak bisa melihat kesuksesan anaknya saat dinobatkan sebagai Salesman of the Year Watkins Company, karena sang ibu telah meninggal dunia. Yup, dia berhasil membuktikan kalau dia bisa menjadi sales yang sukses, meski harus dilaluinya dalam waktu yang cukup lama.

Kisah true story Bill Porter diangkat ke dalam  film berjudul  “Door to Door” layak sekali dijadikan panutan. Tidak peduli siapapun anda, asalkan anda mau bekerja keras dan bersabar, semua akan indah pada waktunya. Nah, jika Bill saja bisa, kenapa anda tidak? Anda sendiri yang bisa menjawabnya.

Berikut sepenggal cuplikat dari film true story ” Door to Door ” yang menginsiprari :

Mari lakukan perubahan dari sekarang !

Share:
© 2018 Mahdaen.TV. All rights reserved.