Partai Anti Asia dan Anti Islam di Negara Australia Hadapi Kehancuran

Partai Anti Asia dan Anti Islam di Negara Australia Hadapi Kehancuran

Mahdaen.TV News – Partai yang anti-Asia dan anti-Islam di Australia sedang berada di ambang kehancuran. Pauline Hanson, pemimpin dari fraksi One Nation yang pernah menyebut Islam sebagai “penyakit” dan orang-orang Asia sebagai penduduk “ghetto” (penduduk kawasan kumuh), sedang kesulitan untuk bertahan.

Partai Anti Asia dan Anti Islam di Negara Australia Hadapi KehancuranPauline Hanson, seorang pemilik toko ikan yang menjadi punggawa politik ketika ia mengkampanyekan agar orang-orang Asia dan para Muslim agar tidak masuk ke Australia sekarang kewalahan memperjuangkan fraksi One Nation-nya untuk tetap hidup, setelah munculnya serentetan kasus pembelotan.

Kepergian Senator Brian Burston dan Fraser Anning beberapa minggu belakangan, telah mengurangi kekuatan partai tersebut di dalam parlemen hingga tersisa menjadi dua, Hanson dan Peter Georgiou terlebih lagi adanya tanda-tanda bahwa Georgieu tidak akan bertahan untuk jangka waktu yang lama. One Nation tidak lagi memiliki kursi di dalam parlemen.

Partai Anti Asia dan Anti Islam di Negara Australia Hadapi KehancuranHanson menghadapi periode lain yang menunjukkan kerasnya dunia politik, namun dampak yang lebih cepat akan dirasakan oleh Partai Liberal yang menguasai parlemen, Koalisi Nasional yang dipimpin oleh Malcolm Turnbull, yang telah kehilangan suara yang mereka butuhkan untuk menjamin disahkannya legislasi di sidang senat yang lebih tinggi.

One Nation telah berhasil mengangkat 30 legislator ke parlemen dan federal semenjak Hanson memasuki dunia politik pada tahun 1996, dengan sebuah pidato provokatif yang mengusulkan diakhirnya kebijakan multikulturalisme di Australia.

Hanson juga tidak mengubah pandangan terhadap orang-orang Asia. Akhir-akhir ini dia menuduh China secara khusus mencoba membuat kota “ghetto” (kawasan kumuh), dan menekankan bahwa 9% dari keseluruhan penduduk Australia sekarang adalah orang-orang Asia, yang meningkat hampir dua kali lipat semenjak rasio 4,8 persen pada tahun 1996.

Sumber

Share:
© 2018 Mahdaen.TV. All rights reserved.