Robot Pemuas Nafsu Manusia

pemuas nafsu manusia

PALASSKA -Dunia teknologi semakin maju dan berkembang pesat. Mau tidak mau, sadar tidak sadar, kita sudah terperangkap di dalam era teknologi modern. Berbagai aktivitas manusia mulai dibantu dengan mesin, bahkan tidak sedikit perusahaan-perusahaan yang lebih memilih memperkerjakan robot dari pada manusia.

Diantara berbagai robot yang sering kita lihat baik di berita maupun di film-film, ternyata ada robot yang diciptakan khusus untuk memuaskan birahi manusia. Lalu, apa yang membuat proyek ini berjalan ? Apakah manusia sudah mulai bosan dengan aktivitas sex normal ? Hemmmmm Apapun itu, yang penting jangan sampai terjadi perilaku menyimpang seperti LGBT. . . Na’udzubillah . . . . . .

319171_ilustrasi-robot-seks_663_382

Sekarang Mulai Diciptakan Robot Pemuas Nafsu Manusia.

Tim peneliti beserta pakar robotika sepakat untuk ke depannya robot seks akan makin terasa manfaatnya. Pakar robot bahkan berani bertaruh robot seks lebih nikmat dibanding manusia saat beraksi di ranjang. Bila semakin populer, maka mesin robot tersebut diprediksi bakal menggantikan manusia sebagai pasangan hidup.

Para pakar kemudian memperkirakan pada 2050, manusia menikah dengan robot mirip manusia sudah menjadi hal yang biasa. Dikutip dari Independent, Kamis 8 September 2016, ke depan mesin robot bisa diprogram sesuai dengan permintaan masing-masing individu manusia.

“Karena mereka bisa diprogram, maka robot seks akan sesuai dengan kebutuhan pengguna individu. Robot seks bisa menjadi candu. Robot seks akan selalu tersedia dan tidak pernah menolak,” jelas Joel Snell, pakar robot dari Kirkwood College, Iowa, Amerika Serikat (AS), Jumat (9/9/2016).

Bukan hanya urusan di ranjang saja, pada 2050, robot bakal makin hadir di tengah kehidupan manusia. Menurut naskah akademik yang ditulis pakar robot, Ian Yeoman dan Michelle Mars, pada 2050, area distrik Amsterdam bakal dihiasi dengan robot.

“Pada 2050, distrik Amsterdam akan menjadi prostitusi Android yang bersih dari penyakit seks menular,” tulis kedua pakar dalam papernya, Robots, men and sex tourism.

Oleh karena itulah, kedua mengatakan, nantinya dewan kota Amsterdam harus bisa mengendalikan langsung pekerja seks Android. Pengendalian dalam bentuk aturan harga, jam operasi dan layanan seks yang diberikan.

Sementara itu, para peneliti senior etika robot De Monthfort University, Inggris, Kathleen Richardson, mengatakan saat robot seks makin marak, maka manusia harus waspada efeknya yang akan membuat makin terisolasi, karena asyik dengan robot seksnya.

“Salah satu konsekuensi (maraknya robot seks) adalah makin terisolasi,” kata dia.

Sumber : here

 

Iklan
Share:
© 2018 Mahdaen.TV. All rights reserved.