Saksi Ungkap Ada Jatah Setya Novanto Rp 100 M dari Korupsi E-KTP

0
36

Mahdaen.TV News – Sidang kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong kembali digelar di pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat. Ada lima saksi yang dihadirkan dalam sidang kali ini, salah satunya bekas Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto.

Dalam persidangan, jaksa pada KPK memutar rekaman pembicaraan yang diduga Direktur Biomorf Lone LLC Johannes Marliem dan Sugiharto. Jaksa pun langsung mengonfirmasi ke Sugiharto.

“Itu suara Bapak (Sugiharto) di mana?” kata jaksa dalam sidang di pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2017).

“Iya benar itu pembicaraan di ruang kerja saya. Itu di ruangan saya,” jawab Sugiharto.

Jaksa kemudian bertanya soal apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut. Dalam kesaksiannya, Sugiharto mengaku bahwa yang dibicarakannya bersama Johanes Marliem yaitu terkait jatah untuk Setya Novanto alias SN atau orang yang dibelakang Andi Narogong.

“Terkait apa?” tanya jaksa.

“Jatah untuk Andi, untuk bosnya. Untuk SN,” jawab Sugiharto.

Sugiharto melanjutkan, pembahasan jatah itu berawal saat terdakwa Andi Narogong meminta agar Ketua Fraksi Golkar saat itu yang tidak lain Setya Novanto mendapat Rp 100 milliar. Tapi saat itu, kata Sugiharto, Johanes Marliem baru bisa memberikan Rp 60 milliar.

“Permintaan uang untuk Andi. Andi itu untuk bosnya, ya itu Setya Novanto. Tapi pokoknya belum pasti, tapi yang jelas kalau bisa itu Rp 100 miliar,” ujar Sugiharto kepada jaksa KPK.

Di samping itu, dalam rekaman Sugiharto juga mengatakan kepada Marliem agar menunggu perhitungan pengeluaran biaya dengan Direktur PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo.

“Anang sama Andi sama Johaness Marliem ada hitung-hitungan belum jelas. Itu ya terkait angka Anang sama Johanes itu, ada itung-itungan lapangan yang belum dihitung sampai saat ini,” tutur Sugiharto.

Advertisements