Selain Tuhan Itu Tidak Ada, Berikut Beberapa Pernyataan Kontroversial Stephen Hawking

Mahdaen.TV News – Sosok Stephen Hawking erat kaitannya dengan dunia sains modern dunia. Sejumlah pernyataan kontroversialnya turut mengiringi kehidupan Hawking selama 74 tahun.

Sosok Hawking tak terlepas dari sejumlah teori yang dinikai kontroversial oleh berbagai kalangan. Selain menaruh perhatian pada alam semesta, ia juga kerap mengkritisi perkembangan teknologi lewat pemikirannya.

Selain Tuhan Itu Tidak Ada, Berikut Beberapa Pernyataan Kontroversial Stephen HawkingHawking yang terkena semacam kelumpuhan, menyebabkan ia tidak bisa banyak bergerak. Sepanjang hidupnya semenjak kelumpuhan tersebut, ia hidup di atas kursi roda mekanik. Bahkan untuk berkomunikasi.

Berikut beberapa pernyataan kontroversial Stephen Hawking:

1. Tuhan Sejatinya Tidak Ada

Stephen Hawking
Stephen Hawking secara tersirat dalam bukunya tidak setuju dengan pendapat mayoritas ini. Ia mengatakan Tuhan tidak benar-benar ada. (Hawking: God did not create Universe, A Brief History of Time)

2. Bukan Tuhan yang Menciptakan Alam Semesta

teori bing bangBagi kita yang memegang teguh ajaran agama, pasti sangat mempercayai jika sesuatu itu datangnya dari ketidakberadaan. Sama seperti alam semesta yang sebelumnya tidak ada lalu kemudian eksis. Termasuk pula yang mengatur sistem peredarannya, revolusi dan lain sebagainya, sudah barang pasti ada yang mengontrol semua itu dan Dialah Tuhan.

Namun Hawking menyebut alam semesta diciptakan dengan sendirinya karena ada hukum alam seperti gravitasi. Menurut teori Big Bang yang dicetuskannya, alam semesta tercipta dari hasil tak terelakkan oleh proses fisika. Hawking menyebut Tuhan tidak menciptakan alam semesta. (Hawking: God did not create Universe, A Brief History of Time)

Tuhan tidak menciptakan seluruh alam semesta dan teori Big Bang merupakan hal tak terelakkan dari hukum fisika. Menurutnya jika Tuhan menciptakan alam semesta, maka itu sesuatu hal yang sia-sia.

Menurutnya, tidak perlu campur tangan Tuhan untuk menggerakkan alam semesta karena mampu menciptakan sendiri dan ada hukum gravitasi. Alam semesta tercipta secara spontan.

3. Surga dan Neraka Hanyalah Dongeng Semata

SUrga dan NerakaKita sangat percaya jika ada yang namanya kehidupan setelah kematian. Bahkan keberadaan surga dan neraka juga bukan hal yang meragukan sebagai tempat terakhir manusia serta sebagai balasan dari perbuatan semasa hidup. Stephen Hawking menyangkal hal ini dan menganggap surga dan neraka hanyalah sebuah dongeng bagi mereka yang takut mati.

Hawking mengatakan, kematian terjadi ketika otak berhenti bekerja. “Saya menganggap otak seperti komputer yang akan berhenti bekerja ketika komponennya rusak. Tidak ada kehidupan setelah mati ataupun surga bagi komputer rusak itu. Semua itu cuma dongeng bagi orang-orang yang takut akan kegelapan,” urai Hawking. Dalam wawancara itu, Hawking juga mengemukakan bahwa terjadi fluktuasi kuantum pada masa awal semesta menciptakan galaksi, bintang, dan kehidupan, termasuk manusia. “Ilmuwan memprediksikan bahwa ada banyak semesta yang tercipta secara spontan. Adalah masalah kesempatan saja kita ada di dalamnya,” kata Hawking. Pernyataan tersebut juga mempertegas isi buku The Grand Design karyanya yang dipublikasikan pada 2010. Buku itu menyatakan bahwa penciptaan semesta dan eksistensinya tak perlu peran serta Tuhan. Gagasan Hawking yang kontroversial itu menyulut perdebatan dengan para pemuka agama. Pertanyaannya kemudian, ketika kehidupan kekal dan surga tak ada, apa yang harus dilakukan manusia dalam hidupnya? Hawking mengemukakan bahwa hakikat kehidupan adalah menemukan makna dari tindakan yang dilakukan. “Kita harus menemukan nilai tertinggi dari tindakan kita,” cetus Hawking.

4. Manusia Sejatinya Bisa Hidup Abadi

Dalam sebuah film berjudul Chappie yang rilis beberapa waktu lalu, ditunjukkan jika otak manusia bagai sebuah data yang bisa dipindah dari satu tempat ke tempat lain. Stephen Hawking mengatakan jika hal ini bisa saja terjadi dan akan membuat manusia bisa hidup abadi.

“Menurutku, otak seperti sebuah program dalam pikiran manusia, yang mirip komputer. Jadi, secara teoritis menyalin otak adalah hal yang memungkinkan. Hal itu akan menyediakan bentuk kehidupan setelah mati,” ungkapnya dalam sebuah sesi wawancara. Meskipun yakin manusia bisa hidup abadi, Hawking mengatakan jika ini masih di luar kemampuan manusia yang sekarang. Beberapa tahun lagi mungkin hal seperti ini benar-benar bisa dilakukan, ungkapnya.

5. Bunuh Diri Adalah Opsi yang Bisa Dipilih Seseorang

Siapa pun akan mengecam tindakan bunuh diri sebagai solusi atas sebuah masalah. Bahkan dalam agama hal ini sangat dibenci dan akan membuat si pelakunya disiksa di akhirat. Namun Hawking mengatakan jika bunuh diri adalah hal yang wajar dan diperbolehkan. Tapi untuk kasus tertentu.

Misalnya ketika mengalami penyakit yang berat, Hawking mengatakan siapa pun boleh memilih opsi mati sebagai jalan keluar atas penyakitnya tersebut. “Menurutku mereka yang menderita penyakit parah dan mengalami rasa sakit luar biasa punya hak untuk memilih mengakhiri hidupnya. Dan siapa pun yang membantu mereka mewujudkan keinginan itu, tak boleh dihukum,” ungkap Hawking. “Kita tak bisa membiarkan binatang menderita, mengapa tidak demikian dengan manusia?” imbuhnya.

Ya, tentu saja Hawking tidak ngelantur ketika mengutarakan semua statement kontroversial itu. Semua berlandaskan ilmu pengetahuan dan teori yang dipelajarinya. Keyakinan tentang agama memang perkara gaib yang kadang susah sejalur dengan yang namanya sains. Tapi, bukankah banyak pula kejadian-kejadian yang masih belum bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan? Maka di situlah letak agama. Kita percaya jika Tuhan berada di balik semua kejadian yang ada di dunia ini.

 

Itulah beberapa pernyataan kontroversial dari fisikawan Stephen Hawking. So, gimana pendapat anda?

Share:
© 2018 Mahdaen.TV. All rights reserved.