Suku Korowai, Suku Kanibal Yang Bermukim di Indonesia

0
4115

Mahdaen.TV News – Ada sebuah suku yang hidup terpencil di pelosok Papua. Di sebuah tempat eksotis dengan akses jalan yang sangat terbatas dan belum terpetakan secara utuh tersebut, hiduplah suatu suku yang dipercaya sebagai suku penganut kanibalisme terakhir yang ada di Indonesia. Namanya adalah suku Korowai.

Suku Korowai, Suku Kanibal Yang Bermukim di IndonesiaSuku yang telah lama eksis ini baru ditemukan oleh masyarakat peradaban modern pada tahun 1980. Sepuluh tahun sebelumnya, seorang misionaris Kristen asal Belanda secara tak sengaja masuk ke wilayah ini.

Suku Korowai, Suku Kanibal Yang Bermukim di IndonesiaMerasa diterima dengan baik, ia memutuskan untuk tinggal bersama suku tersebut selama beberapa waktu. Selama hidup di sana, sedikit demi sedikit ia berhasil mempelajari bahasa Awyu-Damut, bahasa yang suku Korowai gunakan sehari-harinya. Ia juga ikut mendirikan permukiman di sana. Sejak saat itu, suku Korowai mulai terbuka dengan kedatangan warga asing.

Satu dari sekian banyak hal unik dari suku ini adalah tempat tinggalnya. Mereka hidup di atas sebuah rumah yang menyatu dengan pohon tinggi menjulang. Bahkan, kabarnya salah satu rumah mereka ada yang tingginya mencapai 50 meter di atas tanah.

Menurut penuturan seorang jurnalis yang bernama Paul Raffaele, yang berkunjung dan ikut menetap bersama suku primitif tersebut selama beberapa hari, kanibalisme yang dilakukan oleh suku ini berbeda dengan stereotip kita kebanyakan.

Suku Korowai, Suku Kanibal Yang Bermukim di IndonesiaTak sembarang manusia yang dibunuh lalu disantap, suku Korowai hanya mempraktikkan hal tersebut terhadap manusia yang mereka anggap menyimpang dari aturan dan kepercayaan mereka. Mereka yang ketahuan sebagai khakhua saja yang jadi target kanibalisme suku Korowai.

Apa itu Khakhua? Itu adalah bahasa mereka yang berarti penyihir atau dukun. Warga dari suku mereka atau suku sekitarnya yang dicurigai sebagai Khakhua akan diadili. Jika terbukti benar, orang tersebut akan dibunuh dan dimakan. Setiap bagian akan dibagikan secara merata, tungkai, lengan, badan, bahkan organ dalam seperti usus dan otak pun tak luput mereka makan.

Meski kedengarannya cukup mengerikan, namun menurut Raffaele, kanibalisme hanyalah suatu bentuk adat yang diwarisi secara turun temurun dan merupakan bagian dari sistem kehidupan mereka.

Sumber

Advertisements