Tahukah Anda? Netizen Indonesia Terlalu Vulgar di Media Sosial

0
56

Mahdaen.TV News – Media sosial merupakan sebuah media daring, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

tapi tahukah anda? menurut penelitian mengesimpulkan bahwa para netizen di Indonesia terlalu vulgar memberikan semua informasi tentang kehidupanya di media sosial.

media sosialAsosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) memaparkan bagaimana mudahnya pengguna internet Indonesia mengumbar data pribadinya ke internet. Berdasarkan data yang dimiliki ATSI, pengguna internet Indonesia itu, sebanyak 60% mau berbagi fotonya di dunia maya. Tak hanya itu, mereka juga mengumbar data seperti, tanggal lahir 50%, alamat email 46%, alamat rumah 30%, nomor telepon 21%, hingga videonya 21%.

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia
Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia

“Persoalan data pribadi, berdasarkan survei kita sendiri bahwa kita sendiri yang berkontribusi (kebocoran data), seperti foto Anda yang di-upload ke dunia maya sebanyak 66%, tanggal lahir, email, semua ada. Jadi, data pribadi kita yang sengaja atau tidak, kita sendiri melakukan memberikan itu ke publik domain atau internet,” tutur Ketua Umum ATSI Merza Fachys.

Merza juga menyampaikan survei APJII 2017 tentang pengguna internet Indonesia terkait keamanan internet, di mana 65,98% responden mengatakan sadar bahwa data dapat diambil dan 83,98% juga mengatakan punya kesadaran penipuan ada di internet. “Mari kita mulai dari kita sendiri untuk hati-hati bermain dengan data pribadi,” imbaunya.

Di Indonesia sendiri juga belum lama ini muncul kabar bocornya data registrasi kartu SIM prabayar. Namun Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara berulang kali menegaskan tidak ada kebocoran data. Begitu juga isu kalau Kementerian Kominfo menyimpan data para pelanggan prabayar tersebut.

Advertisements