Yuk Ikuti dan Sukseskan! Deklarasi ODF di Kecamatan Kaliwiro

Mahdaen.TV News – Jika kita berbicara masalah sanitasi di Indonesia, banyak data menunjukkan bahwa kerja keras masih harus dilakukan untuk bidang ini. Misalnya berdasarkan data hasil Joint Monitoring Program WHO-UNICEF, akses terhadap sanitasi di pedesaan selama 30 tahun cenderung tetap dan tidak berubah (pada angka 38 %). Dengan  laju perkembangan seperti ini, diprediksi Indonesia akan gagal untuk mencapai target Millenium Development Goals  (MDG) untuk Sanitasi (WSP, 2008). Juga berdasarkan hasil studi Indonesia Sanitation Sector Development Program (ISSDP) tahun 2006 menunjukkan sebanyak 47% masyarakat masih berperilaku buang air besar ke sungai, sawah, kolam, kebun dan tempat terbuka.

Untuk mempercepat capaian dan target MDGs diatas, kemudian banyak dilakukan intervensi program dan kegiatan, baik pada tingkat kebijakan maupun implementasi. Gerakan ini selain inisiatif pemerintah, juga melibatkan berbagai program inovatif dari berbagai lembaga donor internasional, seperti Water and Sanitation Program (WSP).

Pada tingkat kebijakan, salah satunya tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 852/MENKES/SK/IX/2008 Tentang Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Strategi ini pada dasarnya dilaksanakan dalam rangka memperkuat upaya pembudayaan hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kemampuan masyarakat, serta mengimplementasikan komitmen Pemerintah untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar yang berkesinambungan dalam pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015.

Sanitasi total adalah kondisi ketika suatu komunitas tidak buang air besar (BAB) sembarangan,  mencuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan yang aman, mengelola sampah dengan benar, serta mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan (Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 852/MENKES/SK/IX/2008 Tentang Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).
Prinsip-prinsip yang digunakan untuk menuju Sanitasi Total

  1. Sanitasi Total adalah memicu perubahan perilaku.
  2. Sanitasi Total adalah aksi kolektif.
  3. Sanitasi Total adalah pilihan lokal (pilihan masyarakat setempat), bukan dengan mempreskripsikan desain standar.
  4. Insentif  dapat diberikan setelah perubahan perilaku masyarakat akan memicu aksi kolektif.
  5. Sanitasi Total pemahaman pendekatan secara bertahap menuju perubahan perilaku.
  6. 100% suatu pendekatan yang dikendalikan berdasarkan kebutuhan masyarakat, bukan bersifat top-down.
  7. Masyarakat yang memimpin untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan pencapaian Sanitasi Total.
  8. Tolak ukur keberhasilan dan pemantauan dampak program dalam perubahan perilaku, bukan pada kemajuan konstruksi.
  9. Peran pemerintah daerah –  menciptakan demand masyarakat untuk perubahan perilaku, mengembangkan kapasitas supply pada sektor swasta, menetapkan target lokal MDGs dan memantau kemajuan dan  dampak pada masyarakat lokal.
  10. Peran pemerintah pusat, memformulasikan strategi operasional dan petunjuk pelaksanaan yang mendukung pengembangan kapasitas pemerintah daerah, memantau kemajuan pencapaian nasional untuk target MDGs.

Sanitasi total adalah kondisi ketika suatu komunitas tidak buang air besar (BAB) sembarangan, mencuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan yang aman, mengelola sampah dengan benar, serta mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman.

Pilar pertama sanitasi total berbasis masyarakat, adalah terbebasnya sebuah komunitas dari perilaku buang air besar di sebarang tempat (ODF). Sebuah komunitas dikatakan sudah ODF (Open Defecation Free), jika :

  1. Semua masyarakat telah BAB hanya di jamban dan membuang tinja/ kotoran bayi hanya ke jamban
  2. Tidak terlihat tinja manusia di lingkungan sekitar
  3. Ada upaya peningkatan kualitas jamban yang ada supaya semua menuju jamban sehat
  4. Ada penerapan sanksi, peraturan atau upaya lain oleh masyarakat untuk mencegah kejadian BAB di sembarang tempat
  5. Ada mekanisme monitoring umum yang dibuat masyarakat untuk mencapai 100% KK mempunyai jamban sehat

Maka dari itu, Puskesmas Kaliwiro,Pemerintah kabupaten Wonosobo dan Dinas kesehatan Kab. Wonosobo sebagai inisiator pencanangan akan mengelar Deklarasi ODF (Open Defecation Free) & PENCANANGAN GERMAS ( Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) Kabupaten Wonosobo yang akan dilaksanakan pada hari Selasa, 31 OKTOBER 2017 bertempat di Lapangan Wira Krida Kalicebuk Kaliwiro.

Dalam agenda kegiatan deklarasi tersebut meliputi:

  • Deklarasi ODF (Open Defecation Free)
  • Kampanye Germas ( Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)
  • Donor Darah & Pelayanan Kesehatan (GRATIS)
  • Stan Gabungan Puskesmas Wonosobo
  • Stan Desa ODF Kec. Kaliwiro,Stan PKK & UMKM
  • Makan buah dan sayur (GRATIS)
  • Perform Goyang STBM 200 Peserta
  • Jalan Sehat & Senam Bersama (dimulai pukul 06:30 WIB)
  • Perform Marching Bang Pemda Wonosobo
  • Hiburan Rakyat (Dangdut,Liong,Kesenian Tradisional,dll)
  • Full Doorprize

Untuk seluruh warga Kaliwiro dan Sekitarnya jangan sampai terlewatkan Deklarasi ODF (Open Defecation Free) & PENCANANGAN GERMAS ( Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)  pada hari Selasa, 31 OKTOBER 2017 bertempat di Lapangan Wira Krida Kalicebuk Kaliwiro.

Share:
© 2018 Mahdaen.TV. All rights reserved.